PERDARAHAN ANTE PARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan jalan lahir pada kehamilan 22 minggu atau lebih. Beberapa penulis membuat batasan masa kehamilan yang berbeda.. WHO memberikan batasan 29 minggu kehamilan atau lebih. Penulis lain memberikan batasan pada minggu ke-20 3,5,6,7,8.
2. Etiologi
Perdarahan antepartum dapat berasal dari :
1.
Kelainan plasenta :
a.
Placenta previa
b.
Solutio plasenta/abruption plasenta
c.
Vasa previa
d.
Ruptur sinus marginalis
2.
Bukan kelainan plasenta, biasanya tidak
begitu berbahaya, misalnya kelaianan serviks dan vagina (erosion, polip,
varises yang pecah) dan trauma.
Setiap pasien perdarahan antepartum harus
dikelola oleh dokter spesialis. Pemeriksaan dalam merupakan kontra indikasi
kecuali dilakukan di kamar operasi dengan perlindungan infus atau tranfusi
darah 5,7.
3. Insiden
Insiden perdarahan antepartum sekitar
3%. Perdarahan yang terjadi umumnya lebih berbahaya dibandingkan perdarahan
pada umur kehamilan kurang dari 28 minggu karena biasanya disebabkan faktor
plasenta; perdarahan dari plasenta biasanya hebat dan mengganggu sirkulasi O2, CO2 dan nutrisi dari ibu ke janin5,6
4. Pemeriksaan
USG sebagai
pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu diagnosis. Bila plasenta
previa dapat disingkirkan dengan pemeriksaan USG dan pemeriksaan dengan
spekulum dapat menyingkirkan kelainan lokal pada servik/vagina maka kemungkinan
solusio ptasenta harus dipikirkan dan dipersiapkan penanganannya dengan seksama
3.
5. Diagnosis Banding
Diagnosis
banding untuk perdarahan antepartum dapat dilihat tabel di bawah ini 8:
Gejala dan tanda umum
|
Predisposisi
|
Penyulit Lain
|
Diagnosa
|
· Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi
>22 minggu.
· Darah segar atau kehitam dengan
kebekuan.
· Perdarahan
dapat terjadi setelah miksi, defekasi, aktivitas fisik, dan coitus.
· Bagian terendah janin, tidak dapat
masuk pintu atas panggul.
|
· Grande
Multipara.
· Gemelli
· Rokok
|
·
Syok
· Tidak ada kontraksi uterus.
· Kondisi janin normal atau gawat janin.
|
Plasenta Previa.
|
· Perdarahan dengan nyeri intermitten atau
manetap.
·
Warna darah kehitaman dan cair; mungkin ada
bekuan bila solusio relatif baru.
·
Jika ostium terbuka, terjadi perdarahan warna
merah segar.
· Perdarahan terjadi Intra abdominal
atau vaginal.
·
Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok yang kemudian hilang setelah
terjadi regangan hebat pada perut bawah (kondisi tidak khas )
·
Uji pembekuan darah, tidak menunjukan adanya pmbekuan darah setelah
tujuh menit
|
·
Hipertensi.
·
Versi luar.
·
Trauma abdomen.
·
Polihidramnion.
·
Gemelli.
·
Defisiensi gizi.
·
Partus lama .
·
Disproporsi kepala panggul
·
Kelainan letak /presentasi
|
·Syok tidak
sesuai jumlah darah yang keluar (tipe tersembunyi ).
·Anemia berat.
·Gerak janin lemah atau hilang.
·Gawat janin.
·Uterus tegang
dan nyeri.
|
Solusio Placenta
|
·
Syok atau takikardi
·
Nyeri
sekali
· Perdarahan terjadi Intra abdominal atau
vaginal.
·
Pendarahan warna merah segar
·
Gangguan pembekuan darah.
· Meteorismus
· Defance muscular +
· Adanya cairan bebas intraabdominal
|
·
Multi paritas
·
Partus lama
·
Hidrosefalus
· Pemberian oksitosin dalam dosis tinggi
· Persalinan
traumatik
· Riwayat sectio caesar
|
·
Perdarahan janin.
·
Janin
mati dalam rahim.
·
Kematian ibu
· Janin masuk ke dalam rongga perut
|
Ruptur Uteri
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar