Rabu, 03 Juli 2013

PERDARAHAN ANTEPARTUM

PERDARAHAN ANTE PARTUM

Perdarahan antepartum adalah perdarahan jalan lahir pada kehamilan 22 minggu atau lebih. Beberapa penulis membuat batasan masa kehamilan yang berbeda.WHO memberikan batasan 29 minggu kehamilan atau lebih. Penulis lain memberikan batasan pada minggu ke-20 3,5,6,7,8.


2.      Etiologi
Perdarahan antepartum dapat berasal dari :
1.      Kelainan plasenta :
a.       Placenta previa
b.      Solutio plasenta/abruption plasenta
c.       Vasa previa
d.      Ruptur sinus marginalis
2.      Bukan kelainan plasenta, biasanya tidak begitu berbahaya, misalnya kelaianan serviks dan vagina (erosion, polip, varises yang pecah) dan trauma.
 Setiap pasien perdarahan antepartum harus dikelola oleh dokter spesialis. Pemeriksaan dalam merupakan kontra indikasi kecuali dilakukan di kamar operasi dengan perlindungan infus atau tranfusi darah 5,7.

3.      Insiden
Insiden perdarahan antepartum sekitar 3%. Perdarahan yang terjadi umumnya lebih berbahaya dibandingkan perdarahan pada umur kehamilan kurang dari 28 minggu karena biasanya disebabkan faktor plasenta; perdarahan dari plasenta biasanya hebat dan mengganggu sirkulasi O2, CO2 dan nutrisi dari ibu ke janin5,6

4.      Pemeriksaan
USG sebagai pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu diagnosis. Bila plasenta previa dapat disingkirkan dengan pemeriksaan USG dan pemeriksaan dengan spekulum dapat menyingkirkan kelainan lokal pada servik/vagina maka kemungkinan solusio ptasenta harus dipikirkan dan dipersiapkan penanganannya dengan seksama 3.

5.      Diagnosis Banding
Diagnosis banding untuk perdarahan antepartum dapat dilihat tabel di bawah ini 8:


Gejala dan tanda umum
Predisposisi
Penyulit Lain
Diagnosa
·     Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi >22 minggu.
·      Darah segar atau kehitam dengan kebekuan.
·  Perdarahan dapat terjadi setelah miksi, defekasi, aktivitas fisik, dan coitus.
· Bagian terendah janin, tidak dapat masuk pintu atas panggul.

· Grande Multipara.
·  Gemelli
·  Rokok

·     Syok
·  Tidak ada kontraksi uterus.
·  Kondisi janin normal atau gawat janin.
Plasenta  Previa.
·     Perdarahan dengan nyeri intermitten atau manetap.
·     Warna darah kehitaman dan cair; mungkin ada bekuan bila solusio relatif  baru.
·     Jika ostium terbuka, terjadi perdarahan warna merah segar.
·     Perdarahan terjadi Intra abdominal atau vaginal.
·         Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok yang kemudian hilang setelah terjadi regangan hebat pada perut bawah (kondisi tidak khas )
·         Uji pembekuan darah, tidak menunjukan adanya pmbekuan darah setelah tujuh menit
· Hipertensi.
· Versi luar.
· Trauma abdomen.
· Polihidramnion.
· Gemelli.
· Defisiensi gizi.
· Partus lama .
· Disproporsi kepala panggul
· Kelainan letak /presentasi

·Syok tidak sesuai jumlah darah yang keluar (tipe tersembunyi ).
·Anemia berat.
·Gerak janin lemah atau hilang.
·Gawat janin.
·Uterus tegang dan nyeri.

Solusio Placenta

·  Syok atau takikardi
·   Nyeri sekali
·   Perdarahan terjadi Intra abdominal atau vaginal.
·   Pendarahan warna merah segar
·   Gangguan pembekuan darah.
·   Meteorismus
· Defance muscular +
· Adanya cairan bebas intraabdominal

·   Multi paritas
·   Partus lama
·   Hidrosefalus
·   Pemberian oksitosin dalam dosis tinggi
·    Persalinan traumatik
·    Riwayat sectio caesar
·     Perdarahan janin.
·      Janin mati dalam rahim.
·      Kematian ibu
·      Janin masuk ke dalam rongga perut
Ruptur Uteri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar